Minggu, 23 Agustus 2026

Bupati Kasmarni Hadiri Rakornas Forkopimda di Batam, Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah se-Sumatera


Ungkapfaktanews.id
BATAM — Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran Pemerintah Pusat serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota se-Sumatera, yang dilaksanakan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rakornas tersebut dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Menteri Dalam Negeri RI Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Direktur Utama Kompas TV Rosianna M. Silalahi, serta para Gubernur, Bupati dan Wali Kota dan Sekda se-Sumatera.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menghadapi berbagai dinamika Pemerintahan, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta memastikan kebijakan Nasional dapat berjalan secara efektif hingga ke Daerah.

Selain Rakornas Forkopimda, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Batch 2 Regional Sumatera. Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian dan kinerja Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan dan inovasi Daerah.

Bupati Kasmarni menyampaikan, forum Rakornas menjadi ruang penting bagi Kepala Daerah untuk memperoleh arahan langsung dari Pemerintah Pusat sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi antar Pemerintah Daerah.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Forkopimda sangat diperlukan untuk memastikan berbagai kebijakan dan program prioritas Pemerintah dapat diimplementasikan dengan baik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Rakornas ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan langkah antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Berbagai arahan yang disampaikan tentunya menjadi perhatian kita untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bengkalis,” ujar Kasmarni.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan keterpaduan langkah antara seluruh unsur Pemerintahan, aparat keamanan, dunia usaha dan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci. Kita harus memastikan setiap kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, sekaligus menjaga Kabupaten Bengkalis tetap aman, kondusif dan terus berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, rangkaian Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Batch 2 Regional Sumatera juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Apresiasi yang diberikan menjadi motivasi bagi Pemerintah Daerah untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Daerah bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pembangunan.

“Setiap apresiasi tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan yang terbaik. Namun yang paling utama adalah bagaimana setiap program dan capaian Pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Bupati Kasmarni.

Kasmarni menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan terus berkomitmen mendukung berbagai kebijakan Pemerintah Pusat serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap Rakornas dan rangkaian Malam Apresiasi Pemerintah Daerah tersebut semakin memperkuat semangat kolaborasi antar Daerah di wilayah Sumatera, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, menjaga stabilitas Daerah dan mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

“Semangat kita adalah bergerak bersama, bersinergi dan berkolaborasi. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadirkan Pemerintahan yang semakin efektif dan pembangunan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Kasmarni.

Turut mendampingi Bupati Kasmarni dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Bengkalis dr. Ersan Saputra TH, Ka Bapenda Muhammad Thaib, Ka BPKAD Aready, Ka Diskominfotik Agus Sofyan, Ka Perkimtan Adi Pranoto, Ka Dinkes Ermanto, Ka Disdik Hadi Prasetyo, Direktur RSUD Bengkalis dr. Azahari Effendi, Direktur RSUD Mandau drg. Sylvia Febriani.#Auzar

Bupati Kasmarni Buka Pasar Seni Slaksa 2026, Dorong Tradisi dan Kreativitas Jadi Penggerak Ekonomi Desa



Ungkapfaktanews.id
BANTAN,  — Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni berharap Pasar Seni Slaksa 2026 tidak sekadar menjadi ruang pertemuan dan hiburan, melainkan wadah nyata untuk menjaga tradisi, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat desa.

Harapan tersebut disampaikannya melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Johansyah Syafri, saat secara resmi membuka kegiatan Pasar Seni Slaksa 2026 di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Sabtu (22/8/2026) malam.

Dalam sambutannya, Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada masyarakat Desa Bantan Tengah yang telah menggagas dan konsisten melestarikan Pasar Seni Slaksa hingga kini memasuki tahun ketiga. Konsistensi ini, menurutnya, membuktikan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong warga dalam mengembangkan potensi desa sendiri.

“Pemerintah Kabupaten Bengkalis memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini, karena potensi asli daerah berada di tangan masyarakat. Hari ini Bantan Tengah tidak hanya menghadirkan pasar, tetapi sebuah pesta rakyat yang penuh makna,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, kekayaan daerah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, melainkan juga pada keterampilan masyarakat, kearifan lokal yang dijaga turun-temurun, serta semangat kreativitas yang terus tumbuh. Oleh karena itu, Pasar Seni Slaksa diharapkan menjadi wadah yang mendorong sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata desa, UMKM, ekonomi kreatif, seni, dan budaya berbasis masyarakat.

“Budaya dan tradisi adalah identitas serta jati diri kita. Namun keberadaannya tidak cukup hanya dijaga, ia perlu dihidupkan dan dikembangkan agar tetap memberi manfaat di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga warisan budaya, mendukung produk lokal, serta memberi ruang bagi para pelaku UMKM dan pelaku seni agar terus berkarya dan berinovasi.

“Ketika tradisi disemai dan kreativitas tumbuh, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Johan.(Auzar)

147 Mahasiswa STAI Hubbulwathan Duri Diwisuda, Bupati Bengkalis Dorong Lulusan Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak


Ungkapfaktanews.id
DURI,  – Sebanyak 147 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbulwathan Duri resmi menyandang gelar sarjana dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Duri, Sabtu (22/8/2026).

Dari 147 wisudawan dan wisudawati tersebut, sebanyak 95 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 9 lulusan Tadris Bahasa Inggris (TBI), 7 lulusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), serta 36 lulusan Perbankan Syariah (PSY).

Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten Bengkalis Syahruddin menyampaikan ucapan selamat dan tahniah kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana. Capaian tersebut diharapkan menjadi bekal untuk terus berkarya, mengabdi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa dan daerah.

“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, wisuda merupakan awal dari pengabdian yang lebih luas dan tanggung jawab yang lebih besar,” demikian pesan Bupati Bengkalis dalam sambutannya pada kesempatan tersebut.

Para lulusan juga diingatkan agar gelar akademik yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi mampu diwujudkan melalui ilmu yang bermanfaat, karya nyata, integritas dalam bekerja, serta kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap para lulusan STAI Hubbulwathan Duri mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, kokoh dalam akhlak dan memiliki integritas.

Terlebih di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat, generasi muda dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri, maju tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, serta berprestasi dengan tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab sosial.“Jangan berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Jangan berhenti berkarya setelah mengenakan toga. Dan jangan berhenti mengabdi setelah meraih gelar sarjana,” pesan Bupati.

Ilmu, lanjutnya, harus menjadi cahaya dalam menjalani kehidupan, akhlak menjadi pedoman dalam setiap langkah, dan pengabdian menjadi jalan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkalis juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Perguruan tinggi, termasuk STAI Hubbulwathan Duri, diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing dan siap berkontribusi dalam pembangunan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat untuk melahirkan generasi yang berilmu, beriman, berkarakter dan berdaya saing,” ungkapnya.

Selain memberikan apresiasi kepada para wisudawan, Bupati Bengkalis juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa, dukungan serta pengorbanan selama para mahasiswa menempuh pendidikan hingga berhasil meraih gelar sarjana.

Apresiasi turut disampaikan kepada STAI Hubbulwathan Duri yang secara konsisten mengambil peran dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat pendidikan keislaman di Kabupaten Bengkalis.

Keberhasilan 147 mahasiswa tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi menjadi awal perjalanan baru untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat.

“Semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi jalan meraih kesuksesan, serta membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan daerah,” tutupnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, selain para wisudawan dan wisudawati, juga hadir Pimpinan dan para Dosen STAI Hubbulwathan, serta orang tua para wisudawan.(Auzar)

Bobi Kurniawan : Perjuangan Veteran Jadi Teladan Bagi Generasi Penerus


Ungkapfaktanews.id
Bengkalis,  – Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis yang diwakili Anggota  Komisi II, Bobi Kurniawan menghadiri malam ramah tamah bersama Veteran, pejuang Angkatan ’45, Pepabri, Warakawuri, Weredatama, dan Paskibraka, Acara ini digelar di Balai Kerapatan Wisma Daerah Kabupaten Bengkalis, Senin (17/08/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis Hj Kasmarni menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para veteran dan pejuang Angkatan ’45 yang dinilai telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Bupati Bengkalis mengingatkan akan pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan melalui silaturahmi dan ramah tamah bersama para veteran.

Penghargaan serupa juga disampaikan kepada keluarga besar Pepabri, Warakawuri dan Weredatama. Menurutnya, perjalanan panjang pengabdian yang telah diberikan merupakan teladan berharga bagi generasi penerus.

"Para veteran dan pejuang Angkatan ’45 adalah bagian dari generasi yang telah mengukir sejarah perjuangan bangsa. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini merupakan buah dari keberanian, pengorbanan, persatuan dan keteguhan hati mereka, semangat disiplin, loyalitas, tanggung jawab dan kecintaan kepada tanah air harus terus diwariskan kepada generasi penerus," ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Bobi Kurniawan  menyampaikan bahwa malam ramah tamah bersama para veteran, pejuang Angkatan ’45, Pepabri, Warakawuri, Weredatama, serta Paskibraka merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengenang kembali jasa dan pengorbanan para pejuang dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, perjuangan para veteran dan pendahulu bangsa menjadi teladan bagi generasi penerus untuk terus menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah dan bangsa.

“Momentum seperti ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan bagi kita untuk mendengarkan langsung pengalaman dan perjuangan para senior. Semangat juang, pengabdian, dan keteladanan yang telah diberikan harus terus kita wariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Kemudian Kepada anak-anak Paskibraka, kami berpesan agar menjadikan para veteran sebagai sumber inspirasi. Teruslah belajar, berprestasi, dan berikan yang terbaik untuk Kabupaten Bengkalis, karena generasi muda adalah penerus estafet pembangunan dan perjuangan bangsa.

Melalui malam ramah tamah tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, nasionalisme, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan dapat terus tumbuh serta menjadi bagian penting dalam membangun Kabupaten Bengkalis yang lebih maju dan bermartabat.(Auzar)

Ketua DPRD Bengkalis Dorong Pacu Sampan Jadi Penguat Kebersamaan dan Potensi Wisata




Ungkapfaktanews.id
Pinggir,  – Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, S.E., M.IP, menilai Festival Pacu Sampan Tepi Batang Mandau 2026 bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan sekaligus dapat mendorong pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat Desa Balai Pungut.

Hal tersebut disampaikan Septian saat menghadiri pembukaan Festival Pacu Sampan Tepi Batang Mandau 2026 di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Rabu (19/08/2026).

“Pacu sampan ini merupakan upaya masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan kebersamaan, sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi. Kita berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam membangun desa serta mengembangkan potensi wisata,” ujar Septian.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan bahwa Desa Balai Pungut memiliki potensi wisata alam dan sejarah yang perlu dikembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap pengembangan desa wisata tersebut mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Bengkalis M. Arsya Fadillah, S.IP., Wakil Ketua II Hendrik Firnanda Pangaribuan, Wakil Ketua III H. Misno, serta anggota DPRD Bengkalis, di antaranya Laurensius Tampubolon, Syafroni Untung, Erwan, Sahat Marganda Tobing, Tantowi Saputra Pangaribuan, Ibra Teguh, Dapot Hutagalung, Surya Riski, Adihan, Sri Marzoli, Hj. Anita, Rumbin Sitio, Hj. Nurhasanah, Jonner L. Tobing, dan Fakhtiar Qadri.

Turut hadir Sekretaris DPRD Kabupaten Bengkalis, Rafiardhi Ikhsan, serta Kunto Purbono mewakili SKK Migas Sumbagut, Corporate Secretary PHR Evianti Rofreida, dan Senior Manager Production SLU Tommy Ikwanto bersama jajaran manajemen Pertamina Hulu Rokan.

Hadir pula jajaran pemerintah kecamatan, Forkopimcam, kepala desa, LAMR, Pokdarwis, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat Desa Balai Pungut.(Auzar)

Ketua DPRD Bengkalis Apresiasi Semangat Warga Mandau Meriahkan HUT RI ke-81





Ungkapfaktanews.id
Mandau,  — Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, SE., M.IP, menghadiri malam pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba dan anggota Paskibraka Kecamatan Mandau, Jumat (21/8/2026) malam. Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Acara turut dihadiri unsur Forkopimcam Mandau dan Bathin Solapan, orang tua anggota Paskibraka, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pelatih Paskibraka, panitia pelaksana, serta ratusan warga yang hadir memeriahkan kegiatan.

Malam apresiasi tersebut menjadi penutup rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Mandau. Pada kesempatan itu, hadiah diberikan kepada para pemenang sejumlah perlombaan yang sebelumnya dilaksanakan sebagai bagian dari kemeriahan peringatan hari kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Septian Nugraha menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak semata-mata berkaitan dengan kompetisi atau hadiah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, persaudaraan, dan semangat membangun daerah.

Menurutnya, nilai yang paling penting dari kegiatan tersebut adalah pengalaman, kebanggaan, persahabatan, serta kebersamaan yang terbangun di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap perlombaan terdapat pihak yang menang maupun yang belum berhasil, namun semangat kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan merupakan kemenangan bagi seluruh masyarakat.

Septian turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kecamatan Mandau, panitia penyelenggara, kalangan pemuda, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT RI. Berkat dukungan berbagai pihak, seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan meriah.

Ia menilai kemajuan Kabupaten Bengkalis membutuhkan sinergi dari seluruh unsur, baik pemerintah, DPRD, dunia usaha maupun masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan, menurutnya, perlu terus dipelihara sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pembangunan, prestasi, dan persatuan. Kebersamaan serta gotong royong yang terlihat dalam kegiatan ini harus terus dijaga demi mendukung kemajuan Kabupaten Bengkalis,” ujar Septian.

Selain itu, Septian memberikan perhatian khusus kepada anggota Paskibraka Kecamatan Mandau. Ia berharap para generasi muda tersebut terus memperoleh dukungan dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Ia juga mendorong agar mereka mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat memperluas pengalaman, pengetahuan, dan wawasan.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Antusiasme masyarakat terlihat hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Malam penyerahan hadiah tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para penerima penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta memperkokoh persatuan masyarakat dalam semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(Auzar)

Festival Sastra Melayu Riau ke-4: Menyelami Jejak Tradisi, Merajut Masa Depan Generasi


Ungkapfaktanews.id
ENGKALIS - Debur ombak di sepanjang pesisir Kabupaten Bengkalis tak sekadar menjadi latar alam biasa. Di Negeri Junjungan ini, gemuruh air laut berkelindan erat dengan alunan syair, detak pantun, dan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Kehangatan budaya itulah yang menghidupkan gelaran Festival Sastra Melayu Riau (FSMR) 2026.

​Digagas oleh komunitas Suku Seni Riau, festival tahunan yang memasuki edisi keempatnya ini tampil beda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya selalu berpusat di Pekanbaru, kali ini Bengkalis dipilih menjadi tuan rumah. Langkah strategis ini diambil untuk menggugah kembali gairah sastra pesisir yang kaya akan kearifan lokal.

​Sejak bergulir pada 20 Agustus 2026, festival diisi dengan serangkaian kegiatan yang kental dengan nuansa tradisi Melayu, seperti lomba berzanji, pelatihan syair, hingga perhelatan unik lomba berbalas pantun antaran belanja.

​Puncak perhelatan ditutup secara khidmat melalui Seminar Sastra Pesisir yang dipusatkan di Lantai 3 Gedung Perpustakaan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Dr. Amrun Jarir, M.Ag. (Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Datuk Laksemana Bengkalis) serta Musa Ismail, M.Pd. (sastrawan Riau sekaligus akademisi).

​Acara penutupan juga dihadiri oleh Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen RI, Hidayat Widianto, M.Hum., serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum, S.S., M.Hum.

​Ketua Suku Seni Riau, Marhalim Zaini, mengungkapkan alasan dipilihnya Bengkalis sebagai lokasi festival ini.

"Bengkalis adalah negeri pesisir yang kaya akan sastrawan dan budayawan. Kami ingin sastra pesisir kembali bergairah dan mendapat panggung yang layak di tanah kelahirannya sendiri," tegasnya.

​Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso, yang hadir langsung menutup acara, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif tersebut. Menurutnya, tema "Meneroka Sastra Pesisir" sangat selaras dengan identitas Bengkalis.

​"Kabupaten Bengkalis, yang lahir dan tumbuh di tepian laut, adalah negeri pesisir sejati. Di sini, sastra bukan sekadar tulisan di atas kertas, ia mengalir bersama deburan ombak, diwariskan dari mulut ke mulut di beranda rumah," ujar Wabup Bagus Santoso dalam sambutannya.

​Beliau juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan para pegiat budaya dalam menjaga nyala api tradisi agar tidak padam digerus zaman.

​"Jangan biarkan kekayaan sastra pesisir ini hanya tersimpan dalam ingatan orang-orang tua. Angkatlah kembali, pelajarilah, tuliskanlah, dan sampaikanlah kepada anak cucu. Meneroka sastra pesisir berarti menjaga akar sekaligus membuka jalan ke depan agar identitas kita tetap utuh," pesannya.

​Pemerintah Kabupaten Bengkalis berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya pelestarian budaya. Penutupan FSMR 2026 ini diharapkan menjadi pemantik gagasan-gagasan baru agar karya sastra Melayu pesisir terus mengalir dan memberi kehidupan bagi generasi mendatang.(Auzar)

Upacara HUT Ke-81 RI , Sekda Bengkalis Tegaskan Semangat Kemerdekaan Harus Diterjemahkan dalam Pembangunan




Ungkapfaktanews.id
ENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026,  pukul 07.30 WIB.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Bupati dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, selaku inspektur upacara.

Peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk melanjutkan perjuangan melalui pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Sekda Kabupaten Bengkalis menyampaikan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan diwujudkan melalui kerja nyata, persatuan, serta komitmen bersama dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Peringatan Hari Kemerdekaan ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, meningkatkan pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, perjuangan di era kemerdekaan saat ini memiliki tantangan yang berbeda. Jika para pahlawan terdahulu berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semangat para pejuang harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya dan memberikan kontribusi terbaik. Kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sekda Ersan juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat gotong royong serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Di tengah berbagai dinamika dan tantangan yang kita hadapi, persatuan dan kebersamaan menjadi modal utama. Mari kita terus menjaga kondusivitas daerah dan bersama-sama membangun Kabupaten Bengkalis agar semakin maju, bermarwah dan sejahtera,” ajaknya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 RI dapat membangkitkan semangat seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi sesuai bidang dan kemampuan masing-masing.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan kerja nyata, semangat gotong royong dan pengabdian terbaik untuk negeri, khususnya untuk Kabupaten Bengkalis yang kita cintai, demi terwujudnya Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia," pungkasnya.

Upacara kemudian diakhiri dengan doa dan penghormatan kepada para pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta peserta upacara lainnya.#Auzar

M. Arsya Fadillah Hadiri Yudisium STAI Habbulwathan Duri, Dorong Sarjana Berintegritas dan Berdampak




Ungkapfaktanews.id
Duri,  — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, M. Arsya Fadillah, S.IP, hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Yudisium STAI Habbulwathan Duri yang dilaksanakan di Ballroom Surya Hotel Duri, Jum'at (21/08/26).

Dalam kesempatan tersebut, M. Arsya Fadillah menyampaikan materi dengan tema “Sarjana Berkemajuan, Berintegritas, Berdaya Saing dan Berdampak bagi Masyarakat.” Di hadapan para peserta yudisium, ia menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, seorang sarjana harus memiliki integritas sebagai landasan dalam pemikiran dan mengambil keputusan. Selain itu, kemampuan untuk terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman serta meningkatkan kompetensi menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

“Sarjana tidak cukup hanya memiliki gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujar M. Arsya Fadillah.

Ia juga mengajak para lulusan STAI Habbulwathan Duri untuk tidak takut menghadapi tantangan setelah menyelesaikan pendidikan. Para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, kompeten, serta mampu melihat berbagai permasalahan di masyarakat sebagai peluang untuk menghadirkan solusi.

M. Arsya Fadillah menambahkan, dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki etika, tanggung jawab dan kepedulian sosial, jadilah sarjana yang berintegritas dalam setiap langkah, berdaya saing dalam perubahan dan yang paling penting mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yudisium tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa STAI Habbulwathan Duri yang telah menyelesaikan proses pendidikan. Kehadiran M. Arsya Fadillah sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus perspektif kepada para lulusan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada STAI Habbulwathan Duri yang terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berpendidikan, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

Dengan bekal ilmu, integritas dan semangat untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan serta berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bengkalis dan Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, M. Arsya Fadillah juga mengingatkan para lulusan agar tidak pernah melupakan jasa dan mengorbankan orang tua yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Menurutnya, dibalik keberhasilan seorang sarjana, terdapat doa, dukungan, perjuangan dan pengorbanan orang tua yang tidak bernilai.

"Setinggi apa pun pendidikan dan pencapaian yang kita raih, jangan pernah melupakan jasa orang tua. Karena ada doa dan pengorbanan mereka di setiap langkah kita. Jadikan keberhasilan hari ini sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan untuk kedua orang tua," pesan Arsya.(Auzar)

HUT ke-81 RI: 929 Narapidana Lapas Bengkalis Terima Remisi, 16 Langsung Bebas Haliyun Naim







Ungkapfaktanews.id
ENGKALIS – Sebanyak 929 Warga Binaan Pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menerima Remisi Umum sempena peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemberian remisi ini disampaikan Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni yang membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto. Di Lapas Kelas II A Bengkalis. Senin. 17 Agustus 2026.

Berdasarkan data rekapitulasi Lapas Bengkalis per 17 Agustus 2026, total penghuni saat ini mencapai 1.931 orang, terdiri dari 1.201 Warga Binaan Pemasyarakatan dan 730 tahanan. Dari jumlah tersebut, 970 Warga Binaan Pemasyarakatan diusulkan karena memenuhi syarat. Setelah verifikasi, total 929 orang resmi disetujui menerima pengurangan masa hukuman.

Berikut rincian penerima remisi, Remisi Umum I sebanyak 907 orang (masih menjalani sisa masa tahanan). Remisi Umum II sebanyak 22 orang (langsung bebas/selesai masa pidana). Dari Remisi Umum II sebanyak 16 orang bebas langsung dan 6 orang masih menjalani subsider.

Untuk besaran pengurangan masa pidana 1 bulan sebanyak 77 orang, 2 Bulan 118 orang, 3 Bulan 288 orang, 4 Bulan 228 orang, 5 Bulan 187 orang, dan 6 Bulan 31 orang.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, lewat sambutan yang dibacakan Bupati Bengkalis menegaskan, bahwa remisi merupakan hak warga binaan yang diberikan tanpa diskriminasi. Syarat utamanya adalah perubahan perilaku, patuh tata tertib, dan aktif dalam program pembinaan.

"Remisi harus dipandang sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial yang mempercepat kembalinya warga binaan menjadi SDM yang produktif, bukan beban masyarakat," tegas Agus.

Usai membacakan amanat Menteri, Bupati Kasmarni memberikan apresiasi khusus kepada perusahaan daerah PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ). PT BLJ menyalurkan bantuan fasilitas air bersih untuk menunjang kebutuhan dasar di Lapas Kelas IIA Bengkalis.

Bantuan tersebut berupa satu unit sumur bor berkapasitas 8 ton per jam, 4 unit tangki air kapasitas 5.000 liter, serta 2 unit mesin pendorong (booster).

"Kolaborasi ini harus terus ditingkatkan sebagai contoh gotong royong membangun daerah," pungkas Kasmarni.

Hadir dalam kegiatan ini, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Haris Nur Priatno, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis Dodi Wiraatmaja, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Leny Lasminar, Danposal Pos Bengkalis Lettu Laut (PM) Irwan Nirwan Hastya, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Sekda Bengkalis Ersan Saputra, TH, Pimpinan BLJ Herman, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, Ketua Baznas Bengkalis Ismail.#Auzar

Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI di Bengkalis Ditutup dengan Sukses, Wabup Bagus Irup Penurunan Bendera





Ungkapfaktanews.id
ENGKALIS - Rangkaian upacara  peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di Kabupaten Bengkalis ditutup dengan suana khidmat, sukses dan lancar.

Rangkaian penutup perayaan HUT Ke-81 RI ini berlangsung sukses ketika Paskibraka berhasil menurunkan bendera Merah Putih dengan sempurna, melipatnya dengan rapi, dan menyerahkannya kepada Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso selaku inspektur upacara. Senin 17 Agustus 2026, di Lapangan Tugu Bengkalis.

Prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih dimulai pukul 17.25 WIB dengan suasana khidmat dan penuh penghormatan.

Sebelum pelaksanaan penurunan bendera dimulai, terlebih dahulu para tamu undangan dan ribuan masyarakat disuguhkan beragam atraksi budaya dan seni. Di antaranya penampilan barongsai dari masyarakat Tionghoa serta penampilan atraksi lainnya.

Kemudian penampilan memukau dari Andam Dewi Marching Band Bengkalis. Atraksi penutup tersebut mendapat sambutan meriah, tepuk tangan riuh, dan sorak gembira dari para penonton yang memadati lapangan.

Usai rangkaian hiburan, Inspektur Upacara H. Bagus Santoso menuju mimbar utama.

Dengan lantunan komando yang tegas, Sang Merah Putih diturunkan secara perlahan dan penuh kehormatan, disambut hening cipta dari seluruh hadirin. Suasana semakin terasa haru ketika bendera berhasil dilipat dengan sempurna.

Rangkaian upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI di Kabupaten Bengkalis ini menjadi momentum penting dalam menutup perayaan kemerdekaan. Selain berlangsung khidmat, kegiatan juga mampu menghadirkan kebersamaan dan semangat persatuan antara pemerintah dan masyarakat.

Adapun petugas penurunan bendera Perwira upacara Kapten Infantri Ucok Doni Samosir, Komandan Upacara Kapten Armed Yogi Sudarso. Danki Paskibraka Serkal Khairizal.

Kemudian pembawa baki Rajwa Nailatul Izzah MAN 1 Bengkalis, Penggerek Bendera Jeremia MAN 1 Bengkalis , Pengulur Dharma Jati Amalik SMAN 3 Mandau dan Pembentang Bendera Zacki Wahyu Aldino.

Sementara pasukan pendamping Runy Octavia SMA N 8 Mandau,Naifah Susanti SMAN 2 Bengkalis, Keisha Annisa Wulandari SMAS Cendana Mandau dan petugas Danton 17 Roy Vincensius Samosir SMAN 1 Mandau.

Turut mendampingi Wakil Bupati Bengkalis, Sekretaris Daerah Bengkalis, anggota DPRD Bengkalis serta para unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, dan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Ketua Tim Penggerak PKK Bengkalis dan  Ketua DWP Bengkalis serta tamu undangan lainnya.#

Pekon Suka Banjar Lombok Seminung Bagikan Hadiah Pemenang Perlombaan HUT RI. yang ke 81







Lampung Barat
Ungkap Fakta News

-Riza Irwanda, Pratin Suka Banjar Kecamatan Lombok Seminung Kabupaten Lampung Barat, menyerahkan Hadiah dan Door Prize kepada warga setempat yang memenangkan bermacam macam perlombaan dalam rangka memeriahkan dirgahayu Republik Indonesia (HUT) RI yang ke 81 tahun 2026.dibalai desa pekon Suka Banjar.

Kegiatan Pembagian Hadiah tersebut dihadiri oleh Jajaran pemerintahan Pekon Suka Banjar.





"Pembagian hadiah juara 123 badminton yang diberikan langsung olek Bpk Peratin. Riza Irwanda.
Hadiah berupa uang tunai+sertifikat penghargaan untuk Pemenang.

"Pembagian hadiah 123 game mobile legends,hadiah berupa uang tunai+sertifikat /1team.



Pembagian hadiah untuk lomba makan krupuk ibuk" Yang diberikan langsung oleh jajaran pemerintahan desa/pekon Suka Banjar.


Pembagian hadiah lomba joget balon ibuk' berupa bingkisan,yg diberikan langsung oleh panitia penyelenggara.


"Pembagian hadiah kepada juara 123 untuk lomba gaple bapak' berupa uang tunai.


"Pembagian hadiahLomba Badminton untuk anak' berupa perlengkapan skolah+sertifikat penghargaan.



Pembagian hadiah juara 123 untuk Lomba masukan paku dalam botol anak',berupa perlengkapan skolah+sertifikat yg diberikan lgsg oleh panitia.

Pembagian hadiah juara 123 Lomba badminton ibuk" Berupa bingkisan,yg diberikan oleh jajaran pemerintahan Desa/Pekon Suka Banjar.


Radian Saputra,  Ketua Panitia menyampaikan kepada media ini. Mengucapkan 
"Kami selaku panitia penyelenggara mengucapkan terimakasih kepada:
-Pelindung/Peratin pekon sukabanjar Bpk Riza Irwanda,  beserta jajaran Pemerintahan Desa.
-Bpk LHP Pekon Sukabanjar Bpk Paisol beserta anggotanya.
-tokoh adat&tokoh masyarakat Pekon Sukabanjar
-dan juga kepada sluruh masyarakat pekon Sukabanjar yang telah ikut membantu dan berpartisipasi atas kegiatan kami, "tutupnya.

 

(KWIP)

Mengurai Beban Fiskal Periode Kedua Kasmarni-Bagus Santoso: Ujian Berat Pengelolaan Anggaran Bengkalis


Ungkapfaktanews.id
Bengkalis,- Memasuki tahun kedua periode kedua kepemimpinan pasca-Pilkada 2020, saya bersama Bupati Kasmarni dihadapkan pada ujian manajerial yang jauh lebih kompleks dibanding periode pertama kami.

Jika pada periode pertama (2020-2024) fluktuasi ekonomi pasca-pandemi dapat kami redam melalui agresivitas stimulus lokal seperti Dana Bermasa, potret tahun 2026 ini justru menampilkan anomali yang kontradiktif. Kabupaten yang dikenal kaya akan komoditas ekstraktif ini justru sedang mengalami turbulensi domestik akibat hantaman kebijakan fiskal pusat yang menjepit kelonggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dinamika paling krusial bermula dari kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat dan skema penundaan bayar. Imbas dari penyesuaian formulasi alokasi pusat tersebut seketika memukul postur belanja rutin di daerah. Jakarta menegaskan APBN tahun 2026 memangkas dana bagi hasil Bengkalis mencapa 65 persen, tahun 2025 sebesar Rp2,2 triliun turun drastis Rp793 miliar.

Ditambah lagi Kementerian Keuangan masih berhutang Rp1,2 triliun hak Bengkalis, kurang bayar tahun anggaran 2024- 2025. Jumlah tersebut tidak mencukupi untuk membayar kebutuhan

Belanja Pegawai dan Outsourching (gaji, TPP dan THR) selama Tahun 2026, praktis  menyebabkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kesulitan untuk membayar gaji dan TPP setiap bulannya sepanjang tahun 2026.

Efek rembesannya mulai memicu keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), gaji aparat desa. Meleret-leret pada tertundanya  realisasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Bagi kami di jajaran kepemimpinan eksekutif, situasi ini menempatkan daerah pada dilema manajerial yang akut. Kami dituntut untuk tetap menjaga ritme dan produktivitas pelayanan publik di tengah merosotnya motivasi finansial ribuan abdi negara yang hak bulanan mereka tersendat.

Beban fiskal daerah kian berlipat ganda akibat warisan struktur kepegawaian gemuk sejak masa otonomi daerah. Berdasarkan data pemutakhiran kepegawaian, APBD Bengkalis saat ini harus menopang sekitar 5.700 Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif dan 3.900 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Penuh. Tekanan belanja pegawai ini mengalami eskalasi pasca-kebijakan pengangkatan massal 3.700 tenaga PPPK Paruh Waktu.

Ketika beban belanja pegawai tersebut berkelindan dengan komitmen politik kami untuk tetap mempertahankan 6.610 tenaga non-ASN penunjang (outsourcing) demi menghindari lonjakan pengangguran daerah, belanja pegawai otomatis mengunci sebagian besar ruang manuver anggaran daerah. Tekanan terhadap likuiditas kas daerah kian diperparah oleh pembengkakan biaya perlindungan sosial.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis sejauh ini konsisten mengoperasikan jaminan kesehatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) berbasis kartu identitas. Program jaminan kesehatan seratus persen ini menuntut deposit anggaran yang sangat masif setiap tahunnya. Di tengah menyusutnya pasokan dana transfer pusat, hitung-hitungan kami untuk mempertahankan fasilitas pengobatan gratis tanpa penurunan mutu pelayanan kini berada pada titik jenuh yang membebani sisa ruang fiskal operasional daerah.

Kontraksi ini terlihat jelas dalam anatomi APBD Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2026 yang disahkan sebesar Rp2,89 triliun. Demi menjamin roda dasar pelayanan publik dan komitmen sosial tetap berjalan, porsi Belanja Operasional terpaksa menyerap sebagian besar kapasitas anggaran.

Konsekuensi logisnya, porsi Belanja Modal untuk pembangunan infrastruktur fisik baru, jalan, dan jembatan, ruang kelas dan lainnya mengalami rasionalisasi yang sangat ketat. Struktur anggaran tidak lagi memiliki keleluasaan untuk mendanai proyek-proyek ekspansif.

Guna memecah kebuntuan anggaran domestik, kami menerapkan reposisi strategi operasional birokrasi. Seluruh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kami paksa menggeser paradigma kerja dari sekadar pengguna anggaran kabupaten menjadi pemburu sumber pendanaan eksternal.

Kami mendorong OPD secara agresif melayangkan proposal pembangunan strategis langsung ke kementerian terkait di Jakarta.

Langkah taktis ini mewujud pada pengiriman dokumen banyak usulan diantaranya; penanganan abrasi pantai pulau terluar serta konektivitas jalan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Di sektor pengembangan sumber daya manusia, usulan revitalisasi fisik sekolah disorongkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sementara urat nadi ekonomi pertanian diupayakan tetap tumbuh melalui pengajuan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ke kementerian sektoral terkait. Begitupun proposal ke kementerian pertanian tidak lupa kementerian kesehatan, perluasan jaringan internet (blankspot) dan lainnya. Langkah jemput bola ke APBN ini menjadi prasyarat mutlak agar denyut pembangunan daerah tidak mengalami stagnasi total.

Namun, strategi penyelamatan fiskal eksekutif ini tidak serta-merta berjalan linier di ruang legislatif. Di tengah terbatasnya likuiditas, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis tetap menunjukkan resistensi politik dengan bersikukuh memperjuangkan alokasi program berbasis aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) konstituen.

Kontradiksi kepentingan ini memicu riak politik anggaran yang dinamis. Kami di pihak eksekutif dipaksa melakukan kalkulasi rasional untuk mendahulukan belanja wajib yang mengikat, sementara legislatif menuntut akomodasi kepentingan elektoral lokal.

Efek domino

Jika formula hitungan TKD yang mengecil serta skema kurang bayar dari pemerintah pusat ini dibiarkan berjalan permanen tanpa ada kompensasi darurat, Bengkalis berada dalam bayang-bayang risiko sistemik.

Efek domino pertamanya adalah degradasi mutu layanan publik akibat demotivasi birokrasi yang berkepanjangan. Layanan masyarakat yang melambat berpotensi mendegradasi indeks kepuasan publik yang telah kami bangun bersama selama ini.

Dampak makro sosiologis yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah potensi merosotnya daya beli masyarakat pesisir. Selama ini, konsumsi rumah tangga di pulau Bengkalis ditopang oleh perputaran uang dari belanja ASN dan penetrasi Dana Bermasa di level perdesaan. Ketika likuiditas dari dua sektor tersebut mengering akibat pemotongan anggaran, aktivitas ekonomi di pasar-pasar tradisional dipastikan akan ikut mendingin.

Memasuki tahun kedua, periode kedua ini pada akhirnya menjadi batu uji krusial bagi kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso (KBS). Kemampuan kami dalam membangun konsensus politik anggaran bersama DPRD untuk menekan ego sektoral, sekaligus ketangkasan birokrasi dalam menggolkan proposal-proposal infrastruktur di tingkat kementerian pusat, akan menentukan nasib stabilitas daerah ini.

Di sinilah kapasitas negosiasi dan kepemimpinan diuji: kami tetap ikhtiar agar mampu membawa bahtera Bengkalis tetap seimbang menerjang badai fiskal,  jangan sampai keterpaksaan mengorbankan fondasi kesejahteraan sosial yang diletakkaan dengan kerja keras pada periode pertama.

Setakat ini upaya bersurat maupun jumpa darat ke kementerian keuangan jawabannya normatif bahwa "Pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2026 termasuk potensi adanya perubahan-perubahan yang dimungkinkan dengan melihat kemampuan keuangan negara".

Jawaban lebih menggetarkan, meski daerah sudah semput. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian justeru menegaskan seluruh pemerintah daerah agar tidak menghamburkan anggaran. Bahkan, ia memperingatkan kepala daerah agar tidak mencoba "memainkan" anggaran maupun meminta tambahan dana sebelum melakukan penghematan secara maksimal. Salam Bengkalis Bermasa.

Oleh: Dr. H. Bagus Santoso, MP

Wakil Bupati Bengkalis