Rabu, 13 Agustus 2025
Kisah Paskibraka Bandar Lampung: Kerja Keras Berbuah Kebanggaan
Sabtu, 15 Februari 2025
Advokat PWDPI Minta Kapolda Lampung Bongkar Mafia Tanah di Rawajitu Utara Sampai Keakar
Minggu, 09 Februari 2025
Polda Lampung Lakukan Lidik Laporan Ketum PWDPI Dugaan Pennyerobotan Tanah
Selasa, 04 Februari 2025
Ketum PWDPI Minta KPK Bongkar Dugaan Korupsi Subsidi Enerji 386 Triliun Per Tahun
Minggu, 19 Januari 2025
Amuri Geram, Minta Polres Tuba Panggil dan Periksa Oknum Kepala Sekolah Pemberi Suap
Sabtu, 18 Januari 2025
Meski Diguyur Hujan, Kapolres Lampung Tengah Meninjau Langsung Lokasi Banjir Berikan Bantuan Sosial
Rabu, 15 Januari 2025
Dewan Pembina LSM MAUNG Minta Gubernur dan Bupati Terpilih Perhatikan Akses Jalan Dr Mochammad Hatta Yang Rusak dan Gelap Gulita di Malam Hari
Sabtu, 11 Januari 2025
Ratusan Rumah di Pesisir Barat Terendam Banjir Imbas Sungai Way Laay Meluap
Jumat, 10 Januari 2025
Sigap Cek Kondisi Proyek Bermasalah, DPP KWIP Apresiasi Kinerja Ketua DPRD Lampung Utara
Kapolda Lampung Siap Dukung Kepemimpinan dan Kebijakan Gubernur-Wakil Gubernur Terpilih
Kamis, 09 Januari 2025
Ungkap Kasus Pelaku Curas Sadis, Kapolres Lampung Tengah Gelar Konferensi Pers
Dengan Program Binrohtal, Kapolres Lampung Utara Bentuk Karakter Anggota Yang Beriman dan Bertanggungjawab
INDIKASI PENJUALAN ASED DESA RANTETANGNGA,YANG MARAK DI MEDYA SOSIAL DAN DIBERITAKAN BEBERAPA MEDYA TERNYATA HOAX

Mamasa, HARIAN BERITA TERKINI
Diketahui beberapa hari yang lalu Amos kariwangan sebagai Kepala Desa Rantetangnga,Kec.Tawalian marak jadi perbincangan publik dikarenakan ada indikasi menjual Ased desanya,berupa bantuan turbin dan penggilingan padi dari profinsi pada thn 2010 yang silam, yang telah di laporkan oleh operator alat yang di maksudkan, tidaklah benar alias Hoax. sehingga keluarga besar kepala desa rantetangnga tidak terima dengan tuduhan telah menjual ased desanya lalu keluarga besar mengadakan pertemuan untuk menyikapi tentang kejadian yang dituduhkannya, dan keluarga menyepakati untuk memanggil si pelapor dlm hal ini operataor dan beberapa yang lainnya,dan hasil pembicaraan yang sipelapor dan atau pemberi informasi tidak benar kepada sala satu wartawan,
Oknum tersebut telah mengaku salah dan meminta maaf, kepada keluarga terkhusus kepada kepala desa rantetangnga( Amos kariwangan) bahwa memang informasi yang saya sampaikan itu tdk ada kebenarannya sehingga kedatangan saya saat ini datang meminta maaf yang se dalam-dalamnya atas segala kekeliruan saya, sekali lagi mohon dimaafkan. Ungkapnya.
Lanjut pihak keluarga mengatakan bahwa sesuai kesepakatan kelurga menenerimanya dengan catatan bahwa ini adalah menjadi pelajaran bagi kita semua agar kedepan bila ada org yg datang untuk konfirmasi dlm desa supaya kita memberikan informasi yg benar dan dapat dipertanggung jawabkan demi dan untuk kita semua ,sehingga wartawan Mitra Nasional membenarkan tentang kejadian ini setelah mendengar langsung pemaparan dari kepala desa rantetangnga,bersamaan dengan rekamannya dan dlm rekaman tersebut jelas2 dikatakan bahwa penjualan barang yg dimaksudkan tidak ada keterlibatan kepala desa rantetangnga,karena pada waktu itu Amos kariwangan belum menjadi kepala desa waktu datang bantuan yg dimaksudkan bahkan kepala desa Rantetangnga juga mengatakan bagaimana mungkin sy yg menjual aset itu karena belum ada juga diseraterimakan ke desa rantetangnga.tuturnya.
Lanjut kades rantetangnga mengatakan terimakasih kepada operator yg telah mengakui kesalahannya,sehingga kita sebagai manusia tentu menerimanya dgn hati yg thulus,karena ini adalah bagian dari keluarga juga,semoga menjadi pelajaran yang berharga untuk kita semua.Pungkasnya.
(MarthInus)